Friday, July 15, 2016

Aku dan Nelayan By : Bonaventura Andhikaputra


Kampung nelayan di pelabuhan sunda kelapa, daerah penjaringan Jakarta Utara sangatlah gigih puasa dan panasnya Jakarta tidak menyurutkan niat mereka mengibarkan jaring. Aku meliat sore itu beberapa nelayan menurunkan hasil tangkapan hari itu ke sebuah truck. Lagu “Nenek moyangku” terniang dipikirku, mengingatkan akan negeri ini yang kaya akan laut dari sabang hingga merauke menjadi sebuah negara kepulauan. Tetapi mengapa?? …masyarakat kita memunggungi laut??? Dalam lagu nenek moyang tergambar jelas manusia Indonesia itu “mengarungi laut luas samudra” “menembus badai sudah biasa”. Tapi nampaknya sekarang mereka melupakan hal itu. Aku sungguh mengagumi para nelayan sejak kecil, dan bermimpi menjadi pelaut dari dahulu walaupu aku anak yang dibesarkan di gunung. Semoga program presiden terbaru kita bisa mengembalikan kejayan laut kita sesuai presiden pertama kita. sebab bangsa kita adalah bangsa pelaut.selain itu aku sempatkan melihat apa saja kegiatan para nelayan di sore hari itu. sebagian para nelayan ternyata sedang mempersiapkan kapal untuk perburuan di malam nanti dan kembali di pagi hari dengan tangkapan lagi. pekerjaan seorang nelayan merupakan pekerjaan beresiko tinggi karena tak jarang dari mereka yang melaut dan tidak kembali karena ditelan kejamnya ombak. sebagian dari mereka lagi hanya mampu bersedih karena pulang hanya sedikit tangkapan dan itupun hanya dihargai murah oleh para pedagang tidak sesuai dengan kerja keras mereka menaklukan lautan siang dan malam. ada pula warga yang menjajakan tumpangangan menyebrang ke kampung nelayan dengan kapal kecil mereka. aku sempat berpikiran untuk berputar menaiki kapal tersebut tetapi karena waktu itu aku lupa membawa uang lebih hal itu aku urungkan dan aku lebih memilik berputar diarea pelabuhan dimana beberapa kapur berserakan di jalan diangkut oleh truck - truck disana dan peti kemas di susun rapi tak tau siapa pemiliknya. kapur yang berserakan membuat kulit menjadi gatal tetapi tidak menyurutkan rasa ingin tauku melihat matahari terbenam disana selain itu aroma air laut tercium sangat kuat disana. para nelayan berbadan kurus berkulit hitam berjalan pulang tanpa mengenakan baju. selain itu ada tukang ojek yang menawarkan jasa kepada saya. sejauh mata memandang kelaut biru air laut seolah mengundang kita tuk mengarunginya.

1 comment:

  1. The gambling hall - Dr. mcd
    At 1 천안 출장샵 AM, a young, 강릉 출장마사지 white guy started to walk away from the casino, and it turned 성남 출장마사지 out he was going to have a gun. · 원주 출장마사지 The 안양 출장샵 first person that

    ReplyDelete