Panti wreda ST. Theresia
"Menjadi Tua adalah Jalan setiap manusia" itulah yang melatarbelakangi pastur kami mengajak kami keluarga pasturan gereja St. Maria Lourdes Sumber berkunjung dan berdoa bersama ke panti wredha St.Theresia yang berada di solo ini. Pastur berpesan inilah gambaran kita beberapa tahun lagi, lemah tak berdaya sakit dll. Sungguh saya terharu melihat nasip para kakek - nenek disini dimana sebagian mereka sudah pikun dan sakit. sebagian lagi yang miris mereka dibuang keluargannya seperti seorang nenek yang cacat sejak lahir dan sudah dibuang oleh keluargannya. dimana pihak panti ingin mengembalikannya kepada keluarganya malah keluarganya meminta bila dia dipulangkan maka keluarga menghendaki dalam keadaan di mutilasi.
selain itu ada kesedihan di muka lansia lainnya yang merindukan keluargannya dan ingin pulang. saya berbincang dengan pengurus dimana mereka sanggat kekurangan tenaga medis untuk merawat para lansia ini yang berjumlah sekitar 62 orang yang mana setiap orang memiliki karakter yang berbeda. "Menjadi tua belum tentu menjadi dewasa" itulah quotes yang saya dapat dari ibu pengurus panti. sebab beberapa orang tua justru malah menjadi seperti anak - anak lagi yang suka bercanda dan bermain - main seperti gambar dibawah saat saya diajak bermain permainan daerah jamuran.
selain itu ada kisah dimana seorang ibu yang sudah pikun yang mana dia sangat menyukai pedas dan selalu makan cabeai saat dia makan pergi keluar panti untuk membeli cabai. hingga matahari terbenam ibu itu tak kunjung kembali kepanikan meliputi seluruh petugas panti dan segala usaha dilakukan pengurus mulai dari menghubungi pihak berwajib hingga mudika sekitar. sebab lansia disitu menjadi tanggung jawab pengurus mengingat para keluarga membayar untuk menintipkan keluarganya disitu. sebab untuk tinggal dipanti itu tidaklah gratis. biayanya sekitar 1 juta setahun. dan untuk orang yang dibuang dibiayai oleh caritas. beruntung setelah 3 hari nenek itu ditemukan oleh seorang mudika dan dibawa pulang dan semenjak pengalaman itu para pengurus menetapkan kebijakan untuk menutup gerbang dan aturan lapor untuk keluar sehingga para manula yang pikun dapat didampingi dan dalam pengawasan. sebab konsep panti wredha ini sangatlah baik dimana saat saya berbincang dengan pengurus yaitu bahwa para manula disini dikembalikan keberfungsian sosialnya dan bukan hanya sekedar menetap. dimana mereka diajarkan untuk mandiri tidak bergantung pada perawat disana sesuai seperti konsep yang dilakukan oleh seorang pekerja sosial bahwa orang yang mengalami kemunduran kehidupan sosialnya harus dikembalikan keberfungsian sosialnya dimana dia harus dapat mengambil keputusan sendiri dan menemukan solusi dari permasalahannya bukan berati dia harus bergantung pada orang lain dan cenderung menjadi orang yang ketergantungan.
Terima kasih Panti wreda ST. Theresia solo Tuhan Memberkati kalian dan para pengurus







